Rabu, 04 Juli 2012

PENGORBANAN


PENGORBANAN

Taukah kamu
Aku disini merindukanmu
Taukah kamu
Aku sangat menginginkanmu
                Tapi mengapa
                Kau terus sakiti hatiku ini
                Dengan sikapmu
                Yang selalu acuh pada diriku
Semuanyakan kulakukan
Untuk membuatmu bahagia
Walau kutau
Kau takan terima cintaku ini

KEPEDIHAN


KEPEDIHAN

Kau takkan pernah tau betapa sakitnya hati ini
Kau takkan pernah tau betapa perihnya hati ini
Segalanya tlah kuberikan tapi kau hianati cinta ini
                Semua pengorbananku seakan sia-sia
                Segalanya tlah kuberikan tapi kau hianati diriku
Mungkin ini memang jalan takdirku
Mungkin ini memang jalan hidupku
Danku berharap takkan melihatmu lagi
Mungkin memang ini jalan hidupku

KAU PUJAANKU


KAU PUJAANKU

Aku masih disini
Untuk menjagamu
Aku kan slalu disini untuk slalu menemanimu
                Semua yang kulakukan
                Hanya untuk membuatmu bahagia
Semua ini kan slalu kulakukan hanya karna...
Aku mencintaimu
Dengan tulus dari hatiku
Aku menyanyangimu
Dalam hidup dan matiku
                Kau adalah wanita pujaanku
                Yang slalu dihatiku

Tanpamu


Tanpamu

Kini ku sendiri lagi
Tanpa hadirmu disini
Kucoba lupakan semua yang terkenang
Tapi ku tak bisa, terlalu berat untuk melupakanmu
Kuingin kau kembali ke dalam dunia sunyiku
                Apakah kau pun merasakannya
                Merasa seperti apa yang kurasakan
                Begitu cepat kau pergi meninggalkan ku
                Disini ku tanpamu lagi
Cintamu begitu berarti untuk diriku
Bawalah aku terbang tinggi, terbang keduniamu
Ku masih ingin bersama dirimu, disampingmu
Kedalam pelukanku, kan hidup selamanya dihatiku

Teori Kepemimpinan

Teori Kepemimpinan






Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu:


1. pemimpin sebagai subjek, dan.


2. yang dipimpin sebagai objek.


Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.




Mitos-mitos Pemimpin


Mitos pemimpin adalah pandangan-pandangan atau keyakinan-keyakinan masyarakat yang dilekatkan kepada gambaran seorang pemimpin. Mitos ini disadari atau tidak mempengaruhi pengembangan pemimpin dalam organisasi.


Ada 3 (tiga) mitos yang berkembang di masyarakat, yaitu mitos the Birthright, the For All – Seasons , dan the Intensity. Mitos the Birthright berpandangan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dihasilkan (dididik). Mitos ini berbahaya bagi perkembangan regenerasi pemimpin karena yang dipandang pantas menjadi pemimpin adalah orang yang memang dari sananya dilahirkan sebagai pemimpin, sehingga yang bukan dilahirkan sebagai pemimpin tidak memiliki kesempatan menjadi pemimpin


Mitos the For All – Seasons berpandangan bahwa sekali orang itu menjadi pemimpin selamanya dia akan menjadi pemimpin yang berhasil. Pada kenyataannya keberhasilan seorang pemimpin pada satu situasi dan kondisi tertentu belum tentu sama dengan situasi dan kondisi lainnya. Mitos the Intensity berpandangan bahwa seorang pemimpin harus bisa bersikap tegas dan galak karena pekerja itu pada dasarnya baru akan bekerja jika didorong dengan cara yang keras. Pada kenyataannya kekerasan mempengaruhi peningkatan produktivitas kerja hanya pada awal-awalnya saja, produktivitas seterusnya tidak bisa dijamin. Kekerasan pada kenyataannya justru dapat menumbuhkan keterpaksaan yang akan dapat menurunkan produktivitas kerja.




Atribut-atribut Pemimpin


Secara umum atribut personal atau karakter yang harus ada atau melekat pada diri seorang pemimpin adalah:


1. mumpuni, artinya memiliki kapasitas dan kapabilitas yang lebih balk daripada orang-orang yang dipimpinnya,


2. juara, artinya memiliki prestasi balk akademik maupun non akademik yang lebih balk dibanding orang-orang yang dipimpinnya,


3. tangungjawab, artinya memiliki kemampuan dan kemauan bertanggungjawab yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang dipimpinnya,


4. aktif, artinya memiliki kemampuan dan kemauan berpartisipasi sosial dan melakukan sosialisasi secara aktif lebih balk dibanding oramg-orang yang dipimpinnya, dan


5. walaupun tidak harus, sebaiknya memiliki status sosial ekonomi yang lebih tinggi disbanding orang-orang yang dipimpinnya.


Meskipun demikian, variasi atribut-atribut personal tersebut bisa berbeda-beda antara situasi organisasi satu dengan organisasi lainnya. Organisasi dengan situasi dan karakter tertentu menuntut pemimpin yang memiliki variasi atribut tertentu pula.






Sumber :


http://massofa.wordpress.com/2008/02/05/teori-kepemimpinan/

Unsur komunikasi & hambatan komunikasi


v Pengertian Komunikasi
Komunikasi didefinisikan sebagai penyampaian atau pertukaran informasi dari pengirim kepada penerima baik lisan ,tertulis maupun menggunakan alat komunikasi.

v Proses dan Unsur-unsur Komunikasi
1. Pengirim adalah orang yang memiliki informasi dan kehendak untuk menyampaikannya kepada orang lain.
2. Penyandian < enconding > merupakan proses mengubah informasi kedalam isyarat-isyarat atau simbul-simbul tertentu untuk ditramisikan.
3. Pesan adalah informasi yang hendak disampaikanpengirim kepada penerima.
4. Saluran atau media adalah alat dengan mana pesan berpindah dari pengirim kepenerima.
5. Penerima adalah orang yang menerima informasi dari pengirim.
6. Penafsiran < decoding >adalah proses meterjemahkan <menguraikan sandi-sandi > pesan dari pengirim ,seperti mengartikan huruf morse dan yang sejenisnya.
7. Umpan < feedbeck >merupakan tanggapan penerima atas informasi yang disampaikan pengirim .
8. Gangguan adalah setiap factor yang mengganggu penyampaian atau penerimaan pesan dari pengirim kepenerima.

v Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi Antar pribadi adalah pertukaran informasi yang terjadi di antara dua orang.yang mana komunikasi antar pribadi masing-masing memiliki cara sendiri-sendiri dalam berhubungan dengan orang lain.ada empat kombinasi ,informasi yang diketauhi dan tidak diketeui baik diri sendiri maupun orang lain yaitu :
· Bidang Arena
· Bidang Gelap
· Bidang Tidak Diketaui
· Bidang Depan

v Komunikasi dalam Kelompok
Beberapa variable mempengaruhi frekuensi dan akuritas darikomunikasi ,variable tersebut meliputi :
1. Kesempatan untuk berinteraksi.
2. Status
3. Kepaduan

v Jaringan Komunikasi
· Jaringan komunikasi berkaitan pola saluran komunikasi diantara anggota kelompok atau di antara berbagai posisi dalam struktur organisasi .organisai dapat menciptakan jaringan komunikasi nikasi resmi.hal itu dapat dilakukan dengan menciptakan rancangan komunikasi dengan jaringan computer,telepon,dan laporan.
· Studi tentang jaringan komunikasi sudah dilakukan sejak tahun 1940an,
· Pengaruh kompleksitas tugas,jaringan sentralisasi lebih efisien untuk tugas yang sederhana ,sementara jaringan desentralisasi lebih efesien untuk menyelesaikan masalah yang komplek.
· Aturan komunikasi ,
· Penjaga gawang adalah orang yang mengendalikan pesan diantara dua orang kelompok dalam suatu struktur oaganisasi.
· Pemimpin Informal adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi secara informal sikap dan perilaku para anggota.
· Pelintas batas adalah seseorang yang selalu berhubungan dengan mengkaji perubaha lingkungan organisasi.

v Komunikasi Keorganisasian
· Pengaruh dari struktur organisasi adalah membatasi aliran komunikasi dengan demikian mengurangi permasalahan kelebihan informasi
· Aliran komunikasi formal dalam organisasi mrupakan pedoman kemana seseorang berkomunikasi dalam organisasi. Aliran komunikasi formal dalam organisasi dapat dibedakan menjadi empat yaitu :
1. Komunikasi dari atas kebawah < downward communication>
2. Komunikasi dari bawah keatas
3. Komunikasi Horizontal
4. Komunikasi Diagonal

v Hambatan-hambatan terhadap Komunikasi yang efektif
· Menilai sumber
· Penyaringan
· Tekanan waktu
· Mendengarkan secara selektif
· Masalah bahasa
· Bahasa kelompok
· Perbedaan kerangka acuan
· Bebean Komunikasi berlebihan

v Mengatasi Hambatan-hambatan Komunikatif
Komunikasi yang efektif tergantung pada kualitas dari proses komunikasi baik pada tingkat individu maupun pada tingkat organisasi.
Beberapa cara dapat dilakukan untuk meningkatkan efektifitas komunikasi :
· Meningkatkan umpan balik
· Empati
· Pengulangan
· Menggunakan bahasa yang sederhana
· Penentuan waktu yang efektif
· Mendengarkan secara efektif
· Mengatur arus informasi

sumber :
http://sutondoscript.blogspot.com/2011/06/penngertian-proses-dan-unsur-unsur.html

Klasifikasi informasi


Klasifikasi informasi

Saat ini, dimana informasi telah menjadi aset penting yang menentukan ketangguhan sebuah organisasi, pengamanan informasi menjadi lebih diperlukan dari sebelumnya.
Tetapi banyak manager perusahaan/organisasi berfikir bahwa penerapan keamanan pada informasinya menguras sumber daya dan tidak memberikan jaminan keamanan yang diinginkan. Sehingga memberikan kesimpulan bahwa biaya keamanan yang diberikan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh organisasi.
Bisa jadi yang dilakukannya adalah memberikan pengamanan informasi secara sama rata atau tidak tepat terhadap aset informasi yang dimiliki. Sehingga mengakibatkan biaya yang dikeluarkan menjadi tidak efisien dan tidak sebanding dengan nilai informasi itu sendiri.
Dalam kenyataannya tidak semua informasi mempunyai nilai guna yang sama, atau memiliki risiko yang sama, mekanisme perlindungan dan proses recovery-nya atau lainnya pun, pasti berbeda. Sehingga agar menjadi efisien, informasi sebagai aset organisasi harus diberikan klasifikasi berdasarkan risiko, nilai guna data, atau kriteria lainnya yang ditentukan dalam organisasi.
Mengapa informasi perlu diklasifikasikan
Seringkali organisasi melakukan usaha pengklasifikasian dan pengamanan informasi adalah karena mandat regulasi organisasi dan pelaksanaan kebijakan organisasi. Sebagai contoh adalah informasi finansial dalam organisasi perbankan yang mau tidak mau harus diberikan proteksi dengan level tertentu, agar bank-nya tetap dipercaya nasabah. Organisasi lainnya melakukan usaha pengklasifikasian dan pengamanan informasi adalah karena adanya perjanjian kontrak untuk melindungi informasi dengan konsumennya atau mitra bisnisnya.
Padahal banyak sekali keuntungan yang akan diperoleh bila organisasi dengan kesadaran sendiri melakukan pengklasifikasian dan pengamanan aset informasinya. Sebab, dalam pengamanan informasi, melakukan pengklasifikasian informasi sangatlah penting. Memberikan pengamanan yang sesuai akan menghemat sumberdaya organisasi dan membuat pengelolaan informasi menjadi efisien dan efektif. Akhirnya akan membantu meningkatkan kualitas data/informasi yang digunakan sebagai bahan untuk mengambil keputusan.
Keuntungan melakukan klasifikasi data/informasi bagi organisasi adalah :
1. Meningkatkan kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan data dikarenakan pengendalian yang tepat terhadap semua data dalam organisasi.
2. Menghemat biaya operasional pemeliharaan dikarenakan mekanisme perlindungan data dirancang dan dilaksanakan hanya terhadap data yang memang memerlukannya.
3. Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dikarenakan data sumbernya sudah tertata kualitasnya.
4. Mendukung pelaksanaan arsitektur keamanan informasi agar organisasi memperoleh posisi yang lebih baik dimasa yang akan datang.
5. Menyediakan proses untuk melakukan review semua fungsi organisasi dan menentukan prioritas serta nilai data.
Sistem pengklasifikasian informasi yang efektif akan membuat informasi mudah dimengerti serta mudah digunakan dan dipelihara. Selain itu manajemen akan dengan cepat dapat mengetahui dan menentukan tingkat pengamanan suatu informasi, yang tentunya akan membuat efisien sumber daya yang diperlukan.
Memulai melakukan pengklasifikasian informasi
Sebelum melakukan pengklasifikasian informasi, seorang profesional keamanan informasi (profesional KI) perlu memberikan beberapa pertanyaan terhadap proyeknya itu :
- apakah pihak eksekutif mendukung ?
Tanpa dukungan eksekutif, pengklasifikasian informasi menjadi sulit dicapai atau tidak akan berpengaruh dalam organisasi. Sebab dukungan eksekutif penting dalam upaya mensosialisasikan regulasi klasifikasi informasi.
- apa yang akan dilindungi dan dari apa ?
Profesional KI perlu membuat matrik analisa serangan dan resiko yang mungkin akan terjadi terhadap data/informasi organisasi, disertai solusi untuk mengeliminir resiko dan serangan tersebut. Selain itu perlu diberikan juga analisa impak yang terjadi terhadap organisasi atas serangan/resiko dan recoverinya.
- apakah terdapat kebijakan tertentu yang harus dipertimbangkan ?
Kebijakan tertentu bisa saja berdampak pada pengklasifikasian informasi, untuk itu seorang profesional KI perlu mengetahui semua kebijakan yang ada dalam organisasi yang akan berpengaruh dalam implementasi keamanan informasi.
- apakah organisasi mempunyai rasa memiliki data ?
Organisasilah yang memiliki data, bukan milik bagian TI. Sehingga organisasi secara keseluruhan harus mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan data/informasi tersebut. Bila hanya diserahkan pada orang-orang TI saja, tentunya akan menjadi tidak efektif. Sebab pengamanan data merupakan keseluruhan proses yang terjadi terhadap setiap kegiatan dari data itu.
Bagaimana informasi diklasifikasikan
Pendekatan yang dipakai untuk melakukan klasifikasi informasi yang efektif dan efisien berbeda-beda dari setiap organisasi. Hal ini sangat bergantung dari jenis organisasi serta kepentingannya. Namun tahapan secara umum yang dapat dipakai seperti berikut :
1. Mengidentifikasi semua sumber daya informasi yang perlu dilindungi.
2. Mengidentifikasi ukuran pengamanan informasi yang akan diterapkan pada masing-masing kelas informasi. Secara garis besar pengamanan yang diterapkan pada informasi adalah otentikasi, pengendalian akses, penyandian, pengawasan secara administratif, pengawasan secara teknologi dan/atau asuransi.
3. Mengidentifikasi tingkat guna dan nilai informasi.
4. Memetakan ukuran perlindungan informasi untuk masing-masing tingkat informasi.
5. Mengklasifikasi informasi : kebanyakan pengklasifikasian data/informasi terfokus hanya pada kerahasiaan data saja. Namun sesungguhnya pengklasifikasian informasi lebih dari itu, misalnya :
a. Klasifikasi berdasarkan derajat kecepatan, misalnya : prioritas, urgent, segera;
b. Klasifikasi berdasarkan tingkat kerahasiaan, misalnya : top secret, secret, confidential;
c. Klasifikasi berdasarkan frekuensi penggunaan, misalnya : sering, kadang, sekali pakai;
d. Klasifikasi berdasarkan waktu pemakaian, misalnya : tahun, bulan, minggu, jam;
e. Klasifikasi berdasarkan kewenangan, misalnya : edit, read only;
f. Klasifikasi berdasarkan isi, misalnya : keuangan, politik, ekonomi;
g. Klasifikasi lain yang didefinisikan organisasi, misalnya : umum, pivate, client, staff only.
6. Evaluasi secara berkala : nilai guna dan kepentingan sebuah informasi memiliki tenggang waktu tertentu, sehingga proses evaluasi secara berkala sangat diperlukan untuk menentu kembali klasifikasi informasi tersebut. Evaluasi ini pada dasarnya adalah perulangan proses 1 sampai 5 di atas terhadap setiap informasi dalam setiap periode evaluasi.
Contoh pengklasifikasian informasi
Restricted : informasi yang dilindungi, yang bila tidak ditangani dengan benar dapat secara serius mengakibatkan kerugian, impaknya termasuk pelanggaran hukum, atau kontrak atas perlindungan privasi.
Sensitive : informasi penting yang dilindungi dimana bila tidak ditangani dengan benar dapat merusak berfungsinya suatu sistem atau berdampak pada bisnis, finansial dan hukum.
Operasional : informasi yang bila tidak ditangani dengan benar menimbulkan kerusakan minimal, namun begitu dapat membuat ketidak-nyamanan, merusak kredibilitas/reputasi atau rahasia pribadi.
Private : merupakan informasi data pribadi atau data milik perseorangan yang bukan merupakan informasi untuk umum.
Unrestricted : yang dapat diakses secara bebas sebagai informasi umum.
sumber :