Rabu, 04 Juli 2012

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK


STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
1. Kompetisi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2. Akomodasi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3. Sharing
Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lkain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4. Kolaborasi
Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
5. Penghindaran
Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.
sumber :
http://andrie07.wordpress.com/2009/11/25/faktor-penyebab-konflik-dan-strategi-penyelesaian-konflik/

Penyebab dan Akibat dari Konflik dalam Organisasi



Penyebab dan Akibat dari Konflik dalam Organisasi

Penyebab dan Akibat dari Konflik dalam Organisasi
Konflik adalah hal yang wajar dalam interaksi dan interelasi antar anggota organisasi. Dahulu konflik di anggap sesuatu yang tidak wajar dan berdampak negatif terhadap organisasi, tetapi sekarang konflik merupakan kejadian yang wajar yang berdampak negatif atau positif tergantung dari bagaimana cara mengatasi dan mengelolanya.
Seorang pimpinan mempunyai kewajiban untuk memecahkan dan mengelola konflik yang terjadi, sehingga aspek-aspek yang membahayakan dapat dihindari dan ditekan seminim mungkin, dan aspek – aspek yang menguntungkan dapat dikembangkan sebaik mungkin.
Konflik yang terjadi dapat disebabkan hal-hal berikut :

A. Faktor Manusia
1.    Ditimbulkan dari seorang pimpinan atau atasan kakrena gaya dan cara kepemimpinanya.
2.    Personil yang mempaertahankan aturan-atiran secara kaku.
3.    Timbul karena ciri-ciri individual, seperti tempramental, egois, fanatik dan sikap otoriter.
B. Faktor Organisasi
1.    Persaingan penggunaan Sumber Daya
Apabila sumber daya berupa uang, material atau sarana lain terbatas, maka akan terjadi persaingan dalam menggunakannya.
1.    Perbedaan Tujuan dari Unit-unit
Setiap unit dalam organisasi mempunyai tugas dan tanggung jawab dibidangnya. Perbedaan sering mengacu terjadi konflik.
1.    Perbedaan Nilai dan Persepsi
suatu kelompok tertentu merasa diperlakukan tidak adil sehingga ia berpersepsi negatif. Para manajer muda beranggapan bahwa merekan diberikan yang cukup berat, rutin dan rumit, sementara manajer tua diberikan tugas yang ringan-ringan saja.
1.    Hambatan Komunikasi
Komunikasi yang kurang baik akan menimbulakn konflik antar anggota. Untuk itu diperlukan komunikasi yang dapat dimengerti semua anggota
Dampak Konflik
A. Dampak Negatif
1.Menghambat Komunikasi
2.mengganggu keeratan hubungan
3.Menimbulkan perasaan tidak puas terhadap pekerjaan
4.Membuat invidu mengalami stress, deprei dan apatisme
B. Dampak Positif
1.Membuat Organisasi lebih harmonis
2.Berusaha beradaptasi dengan lingkungan
3.Menghargai dan menerima perbedaan gagasan dan pendapat
Referensi :
http://rajapresentasi.com/2009/05/manajemen-konflik-cara-mengelola-konflik-secara-efektif/

STRUKTUR DAN SKEMA ORGANISASI


STRUKTUR DAN SKEMA ORGANISASI



Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan ,sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi tersebutpun akan ikut membaik.sedangkan

Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi
tersebut,lingkunan adalah faktor yang sangat mempengaruhi.tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

1. Bentuk Vertikal
2. Bentuk Mendatar / horizontal
3. Bentuk Lingkaran / circular
4. Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
5. Bentuk Elliptical
6. Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)
Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.
1. Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

2. Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.


3. Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
4. Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kea rah bidang elips
Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. Bagan pyramid dapat disusun dari bawah kea rah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kea rah kiri, bagan menegak (Vertikal) dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elip kea rah bidang atas elip. Dalam bagan lingkaran, bagan elip dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya.
Hal ini dikemukakan pula oleh Keith Davis sebagai berikut ;
“Perubahan-perubahan penggambaran bagan kadang-kadang diterima untuk menggalakan pertalian kedudukan atasan bawahan dari kebiasaan bagan-bagan organisasi, tetapi perubahan-perubahan ini tidak mengubah keadaan kedudukan yang sebenarnya. Termasuk di dalamnya perubahan-perubahan bagan mendatar, lingkaran, setengah lingkaran, elips dan piramida terbalik.”

sumber :

Pentingnya Organisasi


Pentingnya Organisasi

Pernah berpikir untuk hanya belajar, belajar, dan belajar saja di sekolah?
Pastinya banyak sekali orang yang berpikir bahwa sukses hanya bisa diraih dengan belajar. Tapi konteks belajar yang dimaksudkan adalah kegiatan dimana kita hanya berkutat dengan buku-buku pelajaran ataupun pengetahuan lainnya dengan suntuknya tanpa ada praktek nyata.
Sebenarnya belajar hanya pelajaran eksakta ataupun non-eksakta saja tidak cukup. Atau hanya membaca berbagai buku motivasi ataupun buku-buku kiat sukses mencapai sesuatu. Semua itu tersimpan di dalam otak dan bila dipraktekkan pun mungkin kesuksesannya tidak seberapa.
Rasanya cara untuk mencapai kesuksesan secara penuh adalah dengan ikut berorganisasi. Sejak dini kita sudah harus mulai berorganisasi. Bersosialisasi dengan orang lain melalui organisasi dan mengetahui kerasnya cara berpikir orang lain dengan kondisi dimana kita tidak bisa memaksakan kehendak adalah sebuah pelajaran sekaligus pengalaman hidup yang tidak bisa didapatkan di buku manapun juga.
Jika ada pandangan bahwa orang sukses adalah orang yang hanya menghabiskan waktunya dengan berbagai buku pelajaran, itu semua salah. Pastinya dibalik kesuksesan itu ada sebuah pengalaman. Pengalaman tentang kehidupan yang kebanyakan bisa didapatkan di organisasi.
Untuk saya, organisasi adalah hal penting. Maka dari itu saya memulai berorganisasi sejak duduk di bangku SMP. Menjadi ketua redaksi majalah GEMA SMP Labschool Jakarta. Dan sekarang ini, Alhamdulillah, mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai anggota komisi aspirasi di Perwakilan Kelas SMA Negeri 8 Jakarta.
sumber :

TIPE-TIPE ORGANISASI


TIPE-TIPE ORGANISASI

Tipe organisasi ada 4 macam yaitu :

1. Tipe organisasi garis atau line yaitu bentuk / struktur organisasi yang paling tua dan paling sederhana diciptakan oleh Henry Fayol.

Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah

o Organisasi masih kecil

o Jumlah karyawan sedikit

o Spesialisasi kerja masih kecil

Keuntungannya adalah :

o Mudah dimengerti dan dilaksanakan

o Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas

o Merupakan jenis organisasi yang stabil

o Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat

o Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal

Kerugiannya adalah :

o Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang

o Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris

o Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas

o Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar

1. Tipe organisasi Fungsional

Tipe ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.

Keuntungan Tipe ini adalah :

o Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli

o Ada koordinasi yang baik

o Memudahkan dalam pengawasan

Kerugian tipe ini adalah :

o Banyak mengeluarkan biaya tambahan

o Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik

o Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.

1. Tipe organisasi Garis dan Staf

Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.

2. Tipe Organisasi Fungsional dan Staf

Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf.
 sumber :
http://catatan-sefty.blogspot.com/2008/07/tipe-tipe-organisasi.html

CIRI-CIRI, UNSUR DAN TIPE ATAU BENTUK ORGANISASI


.::CIRI-CIRI, UNSUR DAN TIPE ATAU BENTUK ORGANISASI::.

Secara umum adapun ciri-ciri dari organisasi adalah :


- Adanya komponen ( atasan dan bawahan). 
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang). 
- Adanya tujuan. 
- Adanya sasaran. 
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.


Ciri-ciri Organisasi Modern

- Organisasi bertambah besar.

- Pengolahan data semakin cepat.

- Penggunaan staf lebih intensif.

- Kecendrungan spesialisasi.

- Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi.

- Unsur-unsur organisasi lebih lengkap.



Unsur-unsur Organisasi

– Manusia(Man).

– Kerjasama.

– Tujuan Bersama.

– Peralatan (Equipment).

– Lingkungan.

– Kekayaan alam.

– Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi.



Tipe Organisasi

Piramida Mendatar(flat)

a. Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit.
b. Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak.
c. Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil. 


Piramida Terbalik
organisasi piramida terbalik salahsatu unit dari tipe piramida. Piramida terbalik ialah jumlah jabatan pemimpinan lebih besar dari jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/lembaga-lembaga penelitian, atau lembaga-lembaga pendidikan.

Tipe Kerucut
ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
a.Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b.Rentang kendali sempit.
c.Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
d.Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e.Jumlah informasi jabatan cukup besar.


Bentuk organisasi
Memandang organisasi dari segi tata hubungan, wewenang dan tanggung jawab yang ada oleh organisasi

Bentuk-bentuk organisasi :

1.Bentuk Organisasi Staff.
2.Bentuk Organisasi Lini.
3.Bentuk Organisasi Fungsional.
4.Bentuk Organisasi Fungsional & Lini.
5.Bentuk Organisasi Fungsional & Staff.
6.Bentuk Organisasi Lini &Staff.

===================================================================
(^^) Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu orang-orang, kerjasama dan tujuan bersama-sama . Ketiga ketiga unsur tersebut saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan.

(^^) Dari berbagai macam teori organisasi yang dikemukakan oleh para ahli, tiada satupun yang memiliki kebenaran mutlak.


(^^) Antara berbagai macam teori organisasi tersebut saling isi dan saling melengkapi.

===================================================================

sumber :

PENGERTIAN ORGANISASI DAN METODE

PENGERTIAN ORGANISASI DAN METODE
Sebelum menguraikan pengertian organisasi dan metode secara lengkap, terlebih dahulu akan ditinjau secara sekilas arti dari kata organisasi dan metode.
Istilah organisasi dapat diartikan sebagai :
1.    Wadah, yaitu sekelompok manusia untuk saling bekerja sama.
2.    Proses, yaitu pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien.
Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.
Organisasi menurut para ahli:
Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan yang sama.
James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk suatu perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu system aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Pengertian organisasi dan metode (secara lengkap) adalah rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Dari pengertian tersebut terkandung beberapa maksud yaitu :
1.    Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya,
2.    Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen,
1.    Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia, dan
2.    Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.
Dari uraian di atas terlihat jelas betapa eratnya hubungan antara manajemen, organisasi dan metode, bahkan sepertinya dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen.
Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manager) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.
Kegiatan manajemen :
1.    Planning (perencanaan)
·         Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya.
·         Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik.
·         Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan
b. Organizing (pengorganisasian)
·         Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
·         Dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.
·         Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara obyektif.
1.    c. Motivating (pendorongan)
·         Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai.
·         Mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang baik dan memotivasi, pemberian tunjangan, penyediaan fasiliatas yang lengkap, dan sebagainya.
d. Controlling (pengendalian)
·         Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan.
·         Sangat penting untuk mengetahui sampai dimana pekerjaan sudah dilaksanakan.
·         Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tindak lanjut, se­hingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya.
Keempat kegiatan manajemen tersebut tidak dapat terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M (The six M’s in management), yaitu:
1.    Manusia atau tenaga kerja (man power).
2.    Uang atau dana (money).
3.    Bahan-bahan atau material (materials).
4.    Mesin dan peralatan (machine and equipment).
5.    Tata kerja atau (methods)/